Berikut ini tautan untuk mengisi TES MPLS RAMAH 2026
Seputar materi teknologi informasi dan komunikasi.
Dimana hatimu! Seruku untuk niatmu terus maju dalam kerjamu.
Dimana pintarmu! Harapku untuk kerjamu bagi sesamamu.
Dimana ragamu! Kamu tidak akan bisa hidup sendiri karena belajar butuh referensi.
Dimana imanmu! Belajar perlu tuntunan dari Yang Maha Kuasa agar dilancarkan jalanmu.
Dimana panggilanmu! Belajar memiliki kesatuan dengan alam dan nafas hidup disekitarmu.
Di era digital saat ini, perkembangan teknologi informatika telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Hampir seluruh aktivitas, mulai dari belajar, bekerja, berkomunikasi, hingga hiburan, memanfaatkan teknologi komputer dan internet. Oleh karena itu, memahami Dampak Sosial Informatika (DSI) menjadi hal penting bagi generasi muda agar mampu menggunakan teknologi secara bijak, bertanggung jawab, dan bermoral.
Pada materi ini, peserta didik kelas X akan mempelajari bagaimana perjalanan perkembangan komputer dari masa ke masa. Komputer yang dahulu berukuran sangat besar dan hanya digunakan untuk kepentingan tertentu, kini berkembang menjadi perangkat yang kecil, cepat, dan mudah digunakan oleh siapa saja. Perkembangan ini menunjukkan bahwa teknologi terus mengalami perubahan demi membantu kehidupan manusia menjadi lebih efektif dan efisien.
Selain mempelajari sejarah komputer, siswa juga akan memahami aspek ekonomi dan hukum dalam dunia informatika. Berbagai produk digital seperti sistem operasi, aplikasi, game, maupun karya multimedia memiliki aturan penggunaan yang disebut lisensi. Melalui pembelajaran ini, siswa diharapkan mampu mengenali perbedaan perangkat lunak open source, freeware, shareware, dan commercial software. Pemahaman ini penting agar siswa memiliki kesadaran untuk menghargai hak cipta dan tidak melakukan pembajakan digital.
Di sisi lain, informatika membawa banyak dampak positif bagi kehidupan manusia. Teknologi mempermudah komunikasi jarak jauh, mempercepat akses informasi, mendukung proses pembelajaran, serta membuka peluang pekerjaan baru di bidang digital. Namun, penggunaan teknologi yang tidak bijak juga dapat menimbulkan dampak negatif, seperti kecanduan gadget, penyebaran hoaks, cyberbullying, pelanggaran privasi, hingga menurunnya interaksi sosial secara langsung.
Melalui materi Dampak Sosial Informatika, siswa diajak untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi pribadi yang kritis, etis, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi digital. Dengan demikian, perkembangan informatika dapat menjadi sarana untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi diri sendiri maupun masyarakat.
Materi: https://gamma.app/docs/Dampak-Sosial-Informatika-DSI-kx595m85eu4cn6r
Materi yang diujikan meliputi Jaringan Komputer dan Internet, yang membahas konsep dasar jaringan, perangkat jaringan, serta cara kerja internet dalam kehidupan sehari-hari. Pada materi Analisis Data menggunakan Google Colaboratory, siswa belajar mengolah dan menganalisis data sederhana dengan bantuan teknologi berbasis cloud. Selain itu, siswa juga mendalami Algoritma dan Pemrograman Bahasa C sebagai dasar berpikir logis dan sistematis dalam menyelesaikan masalah melalui program komputer. Materi Dampak Sosial Informatika turut menjadi bagian penting untuk membentuk kesadaran siswa dalam menggunakan teknologi digital secara bijak, etis, dan bertanggung jawab.
Melalui kisi-kisi asesmen ini, diharapkan peserta didik dapat mempersiapkan diri dengan lebih terarah serta memahami kompetensi yang perlu dikuasai. Semoga proses evaluasi ini menjadi sarana untuk terus bertumbuh dalam pengetahuan, keterampilan, dan karakter di era digital.
Hutanku Dulu, Kini, dan yang Akan Datang: Belajar dari Deforestasi
Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan hutan tropis terbesar di dunia. Hutan-hutan ini bukan hanya menjadi rumah bagi keanekaragaman hayati, tetapi juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan iklim global. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, luas hutan di Indonesia terus mengalami penurunan akibat aktivitas manusia. Fenomena inilah yang dikenal sebagai deforestasi.
Deforestasi adalah proses berkurangnya luas hutan yang disebabkan oleh penebangan liar, pembukaan lahan untuk pertanian dan perkebunan, serta pembangunan infrastruktur. Dampaknya tidak hanya merusak habitat flora dan fauna, tetapi juga memicu perubahan iklim, banjir, dan tanah longsor. Kondisi ini menjadi tantangan besar yang harus dihadapi bersama.
Melalui pembelajaran pada bab ini, peserta didik diajak untuk memahami kondisi hutan Indonesia dari masa lalu hingga saat ini, serta memprediksi bagaimana masa depan hutan jika deforestasi tidak dikendalikan. Tidak hanya itu, siswa juga akan diajak berpikir kritis untuk mencari solusi dalam mengatasi deforestasi, seperti reboisasi, pengelolaan hutan berkelanjutan, dan pemanfaatan teknologi.
Sebagai bentuk implementasi pembelajaran berbasis proyek, siswa akan mengembangkan aplikasi sederhana menggunakan MIT App Inventor yang berisi informasi, kampanye, atau solusi terkait deforestasi. Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran sekaligus keterampilan digital siswa dalam menyampaikan pesan penting kepada masyarakat.
Dengan memahami dan berkontribusi dalam upaya pelestarian hutan, generasi muda diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi untuk menjaga “paru-paru dunia” tetap lestari, hari ini dan di masa depan.
--------------------------------------------------------
Kelompok Kerja
Rencana Kerja
Pengumpulan proyek data Aplikasi dan Laporan:
XIA: https://drive.google.com/drive/folders/1sPLJR9kV7gJvTf1aATdIzjs0EV_WAUiN?usp=sharing
XIB: https://drive.google.com/drive/folders/16wMyFoTiO5lZvoCGZP-T6O36pfJ8kWv0?usp=sharing
=================================================
DESKRIPSI PROYEK (Sebagai Penilaian Asesmen Sumatif Akhir Semester Genap)
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menyelesaikan masalah secara bertahap, mulai dari memahami masalah hingga menemukan solusi. Proses inilah yang dalam dunia informatika dikenal sebagai algoritma—urutan langkah logis dan sistematis untuk menyelesaikan suatu persoalan.
Pada Bab 7 ini, peserta didik akan mempelajari dasar-dasar algoritma dan bagaimana menuangkannya dalam bentuk diagram alir (flowchart). Flowchart membantu kita memvisualisasikan alur berpikir menggunakan simbol-simbol standar seperti garis alir (arah proses), terminator (awal/akhir), proses (langkah kerja), keputusan (percabangan), serta simbol input dan output. Dengan flowchart, sebuah solusi menjadi lebih mudah dipahami sebelum diimplementasikan ke dalam program.
Selain itu, siswa juga akan dikenalkan dengan pseudocode, yaitu penulisan langkah algoritma dengan bahasa yang lebih sederhana dan mendekati bahasa manusia. Tahap ini menjadi jembatan sebelum masuk ke bahasa pemrograman sebenarnya.
Selanjutnya, pembelajaran akan mengarah pada bahasa pemrograman prosedural, khususnya bahasa C. Bahasa C dipilih karena strukturnya yang jelas dan banyak digunakan sebagai dasar untuk memahami bahasa pemrograman lain. Peserta didik akan mencoba membuat program pertama menggunakan aplikasi Code::Blocks, sehingga dapat merasakan langsung bagaimana algoritma diterjemahkan menjadi kode yang dapat dijalankan oleh komputer.
Presentasi
P1: https://gamma.app/docs/P1-3-MENGENAL-ALGORITMA-PEMROGRAMANpptx-4xjks6uiqtrlddx
P2: https://gamma.app/docs/P4-9-MEMBUAT-PROGRAM-DENGAN-BAHASA-Cpptx-o3p4mp7lxryehm3
Pemrograman Bahasa C Online
https://www.programiz.com/c-programming/online-compiler/
https://www.onlinegdb.com/online_c_compiler
Pengumpulan Tugas
XA: https://drive.google.com/drive/folders/10rw7IDbB_XpHUsVG99-pA3pFog6IPFwP?usp=sharing
XB: https://drive.google.com/drive/folders/1KHrldlWgrhQ3vfgGYUKjRzllk4a4N7U1?usp=sharing
Pada Bab 5 ini, peserta didik kelas XI Fase F akan mempelajari dasar-dasar pengembangan aplikasi, khususnya aplikasi mobile yang terintegrasi dengan konsep kecerdasan artifisial (AI). Materi ini dirancang agar siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi kreator solusi digital.
Pembelajaran diawali dengan pengenalan tiga jenis aplikasi, yaitu desktop apps, web apps, dan mobile apps. Siswa akan memahami perbedaan karakteristik, kelebihan, serta contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memahami klasifikasi ini, siswa dapat melihat bagaimana teknologi berkembang dan digunakan pada berbagai platform.
Selanjutnya, siswa akan diperkenalkan pada MIT App Inventor, sebuah platform pengembangan aplikasi berbasis blok yang memudahkan pemula dalam membuat aplikasi Android tanpa harus menulis kode secara kompleks. Melalui pendekatan visual dan logika blok, siswa dapat memahami konsep pemrograman dengan lebih intuitif dan menyenangkan.
Pada sesi praktikum, siswa akan langsung merancang dan membangun aplikasi sederhana menggunakan App Inventor. Praktikum ini tidak hanya melatih keterampilan teknis, tetapi juga kreativitas, kemampuan problem solving, serta pemahaman alur kerja pengembangan aplikasi. Integrasi library kecerdasan artifisial dalam proyek akan memberikan pengalaman nyata tentang bagaimana AI dapat diterapkan dalam aplikasi mobile.
Materi:
P1-2:
https://gamma.app/docs/P1pptx-xiwxj9af77dm9c2
https://gamma.app/docs/P2pptx-jq72tmkjmkualqm
File:
Speech Board PLB-AI-K11-02 :===============================
Pengumpulan Tugas Praktik (text to spech, speech board, classify:
XIA: https://drive.google.com/drive/folders/19QKvSYzLRsm3BfVga-D5SSagvkZyC0bt?usp=sharing
XIB: https://drive.google.com/drive/folders/1O1fjZRusg0Loab--Ugfcswk6joYxeei_?usp=sharing
Pengumpulan Tugas Praktik KELOMPOK (Calculator Voice) :
XIA: https://drive.google.com/drive/folders/19ehbZuB6nTa6NaRJgsdlRSs30w-t-l-a?usp=sharing
XIB: https://drive.google.com/drive/folders/1suuhwxn0s_RaP6437iJhbXL-5wuaxXNk?usp=sharing
Halo para seminaris, kegiatan belajar di tahun pelajaran 2025/2026 akan segera selesai maka dengan ini bapak berikan kisi-kisi penilaian akhir semester dan penilaian sumatif akhir jenjang. Teruslah semangat dalam belajar dan semoga kisi-kisi ini membantu anda semua untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Terima kasih.
KISI-KISI PENILAIAN AKHIR SEMESTER
KISI-KISI PENILAIAN SUMATIF AKHIR JENJANG